728x90 AdSpace

wisata

  • Latest News

    Copyright GarutNews.Com. Diberdayakan oleh Blogger.

    Nelayan Garut Selatan Kesulitan Budidayakan Rumput Laut


    Garut  News, ( Sabtu, 9/4 ).

            Warga di wilayah Garut selatan, yang sebagaian besar berprofesi sebagai nelayan, selama ini mengalami kesulitan bahkan selalu gagal membudidayakan rumput laut, padahal sangat membantu perekonomian ketika tangkapan ikan semakin minim.

           Kondisi yang memprihatinkan itu, juga dikemukakan Camat Pameungpeuk, Drs Sardiman Tanjung kepada Garut News di Pameungpeuk, Sabtu, dan menyatakan dari 10.900 KK atau 4.274 penduduknya, 60 persen diantaranya berprofesi sebagai nelayan dan petani.

           Kini banyak diantara nelayan alih profesi menjadi buruh bangunan, atau penarik speda motor ojek, sedangkan kesulitan membudidayakan rumput laut akibat arus gelombang pantai selatan sangat deras dan tinggi, karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

           Sehingga potensi rumput laut hanya bisa diperoleh secara alami seminggu sekali, dengan harga jual ke pihak pengumpul atau bandar hanya Rp200/kg rumput laut basah.

            Itupun diperoleh dengan susah payah, karena dalam kondisi normal ketinggian ombak di pesisir pantainya bisa mencapai diatas satu meter, katanya.

           Karena itu banyak diantara nelayan, yang alih profesi pula menjadi petani atau peternak, disamping pada profesi lainnya.

           Ditemui terpisah beberapa nelayan, termasuk Nasrudin di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Santolo, mereka mengaku sejak nyaris enam bulan terakhir sangat kesulitan mencari ikan, sehingga tangkapannya sangat minim atau tak sebanding dengan biaya operasional. ***(John).
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Nelayan Garut Selatan Kesulitan Budidayakan Rumput Laut Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    LIHAT ARSIP LAMA BERITA SILAHKAN KLIK www.garutnews.weebly.com
    Scroll to Top