728x90 AdSpace

wisata

  • Latest News

    Copyright GarutNews.Com. Diberdayakan oleh Blogger.

    SELAMA OKTOBER TERJADI 703 KEGEMPAAN GUNUNGAPI PAPANDAYAN

    Garut  News ( Selasa, 2/11 ).

          Selama Oktober 2010 terjadi 703 kegempaan gunungapi Papandayan di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, Jawa Barat, atau meningkat signifikant jika dibandingkan pada bulan sebelumnya, terdapat 388 kegempaan. 

         Sebanyak 703 kegempaan tersebut, terdiri satu kali kegempaan tektonik terasa, 184 tektonik jauh (TJ), 39 tektonik lokal (TL), 38 vulkanik dalam (VA), 438 vulkanik dangkal (VB) serta tiga kali kegempaan vulkanik type T (tornello), ungkap petugas Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Papandayan, Krisno Wahyongko kepada Garut News, di Papandayan, Selasa.

          Sedangkan 388 kegempaan selama September, meliputi 145 TJ, 27 TL, 33 VA, 171 VB serta 12 tornello, disusul hasil pengukuran suhu kawah pada 20 Oktober 2010, masing-masing 100,2 derajat Celsius Solfatara kawah Manuk/Balagadama, 77 derajat Celsius Fumarola kawah Manuk/Balagadama.

          Kemudian 268 – 290 – 309 derajat Celsius Solfatara kawah Emas serta 18,6 derajat Celsius air danau kawah baru, pada gunungapi yang sejak 16 April 2008 hingga saat ini berstatus Level II/ Waspada.

          Sehingga Kepala BBKSDA Jabar SKW V Garut, Teguh Setiawan, S.Hut mengingatkan, agar pengunjung berhati-hati dan tidak memasuki areal kawah, menyusul kegempaan gunungapi ini  berlangsung fluktuatif, bahkan tidak mustahil bisa meningkat tajam.

          Ungkapan senada mengemuka dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Yatie Rochyati, M.Si dan menyatakan pihaknya pun telah menyerukan melalui para pemandu wisata termasuk kelompok peduli pariwisata, katanya.

          Saat didesak pertanyaan, mengenai sangat jeleknya kondisi ruas jalan raya menuju kawah Papandayan, dia enggan berkomentar karena menurutnya fakta dan kenyataannya demikian adanya.

          Dalam pada itu Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten setempat, Hj. Elka Nurhakimah, M.Si katakan, jajarannya akan menjalin koordinasi dengan BBKSDA Jabar SKW Garut serta PVMBG, untuk mewujudkan peta pengungsian menghadapi kemungkinan terjadinya kondisi darurat.

          Karena selain perlu melaksanakan kegiatan tanggap darurat, juga diperlukan untuk mempermudah maupun memperlancar evakuasi penduduk, jika gunungapi itu berstatus siaga, juga diakui membuat peta pengungsian bahaya gunungapi Guntur, dinilai lebih sulit.

           Karena di seputar kawasan kaki gunungapi tersebut, sarat dipenuhi pemukiman penduduk juga obyek wisata potensial, bahkan berlokasi sangat berdekatan dengan pusat perkotaan, katanya.

           Sementara itu, Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si mengatakan, kondisi rusak parahnya ruas jalan menuju kawah Papandayan, bisa menghambat mobilitas jika berlangsung evakuasi penduduk, namun akan segera diperbaiki sepanjang 1 km, sambil dilakukan tender kelanjutan perbaikan berikutnya.

          Ditemui terpisah, Penyuluh BBKSDA Jabar SKW V Garut, Nur Surantiwi, S. Hut kepada Garut News mengemukakan, fokus materi penyuluhannya antara lain mengenai “konservasi”, melalui para pecinta alam (PA).

          Karena mereka selama ini, lebih banyak menjamah kawasan pegununungan, sehingga diharapkan bisa menjadi pionir untuk senantiasa menjaga serta berperan melestarikan alam beserta lingkungannya.

          Diantaranya, tidak membuang sampah sembarangan, berhati-hati membuat api unggun, menghindari “vandalisme”, yang meski muatan materinya relatif sederhana, namun dinilai sangat mendasar karena terkait dengan pembentukan karakter, katanya.

          Yakni karakter yang baik dan terpuji, mewujudkan interaktif positip dengan alam berupa saling menguntungkan, pada ketergantungan manusia dengan alam beserta lingkungannya.

    “Inovasi   Ilmuwan”
          Inovasi kalangan ilmuwan, berupa pemancar radio yang dapat menahan panas hingga 900 derajat Celsius, dapat segera dijatuhkan ke dalam bumi untuk memberikan peringatan dini terhadap letusan gunung berapi.

          Teknologi state-of-the-art, yang dipelopori oleh para pakar dari Universitas Newcastle, menggunakan elektronik silicon carbide, yang bisa menahan suhu sama dengan bagian dalam mesin jet.

          Pengukuran perubahan tingkat gas vulkanik, seperti carbon dioxide dan sulplur dioxide, sensor nirkabel akan memberikan sinyal balik data real time ke permukaan, memberikan informasi penting tentang aktivitas vulkanik serta letusan apapun yang akan datang.

          Sebagai karya ilmuwan, menciptakan sensor antisipasi gunung berapi meletus, katanya.  *** (John).
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: SELAMA OKTOBER TERJADI 703 KEGEMPAAN GUNUNGAPI PAPANDAYAN Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    LIHAT ARSIP LAMA BERITA SILAHKAN KLIK www.garutnews.weebly.com
    Scroll to Top