728x90 AdSpace

wisata

  • Latest News

    Copyright GarutNews.Com. Diberdayakan oleh Blogger.

    PEMANGKU KAMPUNG ADAT DUKUH ANJURKAN RAWAT HUTAN

    Garut  News, ( Kamis, 2/12 ).

          Pemangku Kampung adat Dukuh di Kecamatan Cikelet, sekitar 140 km arah selatan dari Pusat Kota Garut, Uluk Lukman menganjurkan kepada semua kalangan termasuk Pemerintah juga TNI dan Polri, agar bersama-sama masyarakat merawat hutan.
          Dia juga mengemukakan, sangat mendukung diselenggarakannya pencanangan penanaman satu miliar pohon di Indonesia (One Bilion Indonesia Tress/ OBIT), khususnya Tingkat Kabupaten Garut pada kawasan hutan perkampungan warga tradisional di Desa Ciroyom, Kamis.

          Demikian diungkapkan pria yang akan memasuki usia 70 tahun itu, saat ditemui Garut News di kediamannya yang sederhana namun asri dan alami, mengingatkan pula selama ini terdapat kawasan “leuweung” (hutan) tutupan, larangan, cadangan dan leuweung garapan, katanya.

          Kondisi alam tersebut, mutlak perlu di“rumati” (dirawat), sehingga kegiatan penananam pohon selama ini, hendaknya jangan untuk kembali ditebang maupun diproduksi, melainkan harus bisa dijadikan filter dari semakin parahnya ancaman kerusakan alam ini.

          Sebab, alam yang terjaga lestari bisa menyediakan sumber air berlimpah disaat kemarau panjang, serta terhindar dari bencana tanah longsor serta banjir lumpur, imbuhnya.

          Ungkapan senada dikemukakan tokoh pemuda Kampung Adat Dukuh, Yayan Hermawan(44) serta Mustofa(30), Yayan Hermawan juga menampilkan atraksi “debus” diiringi rampak reog, pencak silat dan marching band, mengapresiasi perhelatan di wilayahnya itu.

          Administratur Perum Perhutani KPH Garut, M. Yusuf, S.Hut selaku penyelenggara antara lain mengemukakan, dalam mendukung Penanaman Satu Milyar Pohon, Kabupaten Garut menargetkan  tidak kurang dari 9,6 Juta batang pada tahun 2010.

          Menyusul “Sesuai dengan jumlah penduduk Garut 2,4 juta jiwa, setiap jiwa dianjurkan menanam  empat pohon”, bahkan tersedia 2.936.183 batang pohon dan sebagian besar telah ditanam pada lahan terbuka yang terlantar, diluar dan di dalam kawasan hutan, diantaranya jalan lingkungan, dalam kawasan hutan, lahan perkebunan dan lahan kosong lainnya.

          Maka realisasi hingga November 2010 dari  2.936.183 batang yang ekuivalen 5.078 Ha, terdiri jenis kayu-kayuan 840.761 batang dan MPTS atau buah buahan 2.095.422 batang, atau masih kekurangan target bibit 6.663.817 batang, katanya.

           Sementara itu Menteri Kehutanan dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Ir H. Eddy Muharam, M.Si mewakili Wakil Bupati, megungkapkan, pemanasan global bukan merupakan fenomena alam semata.

         Namun dampak aktifitas manusia yang tidak terkendali menyumbang Emisi Gas Rumah Kaca (Green House Gases) di atmosfer menyebabkan meningkatkan suhu bumi. 

          Diingatkan, dampak  pemanasan global merupakan suatu kenyataan yang kita rasakan bersama, yakni terganggunya ekosistem, kondisi cuaca yang ekstrim, terganggunya sistem tata air daerah aliran sungai serta ancaman terjadinya bencana alam banjir, tanah longsor dan kekeringan, serta terganggunya Ketahanan Pangan Nasional.

         Untuk mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dilakukan mendukung rehabilitasi yakni diawali gerakan penanaman pohon secara nasional sejak 2007, berupa aksi penanaman serentak Indonesia dengan target 79 juta batang dan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon dengan target 10 juta batang, terealisasi sebanyak 101 juta batang (113%), katanya. 

         Pada 2008 target aksi penanaman serentak Indonesia ditingkatkan menjadi 100 juta batang,  serta gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon dengan target 5 juta batang telah terealisasi sebanyak 114 juta batang (108%). 

         Tahun 2009 menetapkan target penanaman satu orang satu pohon (one man one tree) atau 230 juta batang, terealisasi 152 juta batang (108%) dan tahun 2010 untuk target penanaman Satu Milyar Pohon pada tahun 2010 ini juga akan dapat tercapai. 

          Sedangkan Pencangan Penanaman Satu Miliar Pohon Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2010, dimaksudkan meningkatkan kepedulian seluruh komponen, pentingnya fungsi pohon untuk penurunan emisi gas rumah kaca dalam mengurangi pemanasan global dan untuk mencapai Pembangunan Indonesia yang Bersih (Clean Development Mechanism). 

         Kegiatan ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor pada musim penghujan serta bencana kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau, serta mengurangi emisi GHGs (Gas Rumah Kaca) untuk mengantisipasi dampak pemanasan global.

         Pada Pencangan Penanaman Satu Miliar pohon tersebut, ditandai  pemberian penghargaan kepada kelompok atau perorangan yang berpartisipasi di bidang kehutanan, antara lain  Abdaloh - Kelompok Tani Mukti peraih Penghargaan Hutan Rakyat yang meraih Juara III Tingkat Provinsi Jawa Barat, dan kepada sesepuh kampung adat dukuh serta ketua LMDH Wanabhakti Desa Mekarsari Cibalong, termasuk penyerahan bibit secara simbolis ke berbagai perwakilan. 

         Jika program ini sukses, bukan tidak mungkin, bagi gubernur, walikota dan bupati yang ikut berpartisipasi mensukseskan Program Penanaman Satu Miliar Pohon, akan diberikan penghargaan oleh Presiden sebagai kepala daerah berprestasi dan yang berhasil membantu program pemerintah pusat, katanya pula. 

          Ditemui terpisah, Administratur Perhutani mengemukakan, jenis tanaman jati pada RBH Cikelet sekurangnya 900,25 hektare, 120 hektare lainnya berkondisi siap tanam. ***(John).


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: PEMANGKU KAMPUNG ADAT DUKUH ANJURKAN RAWAT HUTAN Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    LIHAT ARSIP LAMA BERITA SILAHKAN KLIK www.garutnews.weebly.com
    Scroll to Top